Senin, 10 Desember 2012

ADAB-ADAB MENUNTUT ILMU BAGI SEORANG MUSLIMAH



Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Mujadilah [58]:11).

Ayat di atas merupakan dorongan setiap kita seorang muslim untuk menuntut ilmu baik laki-laki maupun perempuan.

ILMU
Ilmu merupakan alat untuk mengetahui sesuatu dengan yakin sesuai dengan pengetahuan yang sebenarnya. Ilmu akan mengantarkan seorang dalam berbuat dan bertutur kata yang baik.

Menurut Iman Al-Gozhali, terdapat empat hal antara kita dan ilmu:
1.    Seseorang yang berilmu dan sadar kalau dia berilmu
2.    Seseorang yang berilmu tetapi tidak sadar kalau dia berilmu
3.    Seseorang yang tidak berilmu dan sadar kalau dia tidak berilmu
4.    Seseorang yang tidak berilmu tetapi tidak sadar kalau dia tidak berilmu

Dalam ilmu terdapat yang namanya ilmu syar’iyyah, yakni:
-    Bahasa Arab
-    Ushuluddin (Aqidah)
-    Fiqh (Ibadah)
-    Tafsir Qur’an
-    Hadist
-    Ilmu syariah lainnya

ILMU DAN AMAL

Untuk menjaga kualitas amalan kita maka diperlukan ilmu sebagai penopang. Hal ini tercakup dalam QS. Al-Fatihah (1) ayat 6-7:
  "Tunjukilah[1] Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."[2]

[1] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[2] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Terdapat tiga (3) golongan terkait ilmu dan amal, yaitu:
1.    Orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya.
       Mereka adalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh ﷲ untuk menempuh shiratal  
       mustaqim, yaitu jalan yang lurus yang telah ditempuh oleh para Nabi, orang-orang 
       jujur, para syuhada dan orang-orang shalih dan merekalah teman terbaik.
2.    Orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya
       Mereka ini adalah orang-orang yang dimurkai oleh ﷲ
3.    Orang yang beramal tanpa ilmu.
       Mereka ini adalah orang-orang yang sesat.

URGENSI ILMU BAGI MUSLIMAH
1.    Beriman kepada ﷲ dengan salim.
2.    Beribadah dengan benar.
3.    Berbuat baik pada orang tua.
4.    Membedakan yang haq dan bathil.
5.    Menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.
6.    Mendidik anak dan mentarbiyahnya
7.    Membimbing diri dan orang lain kepada ﷲ
8.    Berdakwah di tengah-tengah kaumnya (hawa).

ANJURAN MENUNTUT ILMU
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah dari jalur Anas bin Malik r.a).
Sebaik-baik perempuan adalah para perempuan Anshor. Tidaklah rasa malu menghalangi mereka untuk tafaqquh (memperdalam pemahaman) dalam agama” (HR. Muslim no. 500, Abu Daud no. 270 dan Ibnu Majah no. 634).

Ibnul Jauzy Rahimahullah berkata: “perempuan adalah seorang yang mukallaf seperti laki-laki. Maka wajib terhadapnya untuk menuntut ilmu tentang perkara-perkara yang diwajibkan terhadapnya agar ia menunaikannya.”
ADAB MUSLIMAH DALAM MENUNTUT ILMU
1.    Ikhlas karena ﷲ
2.    Berdo’a kepada ﷲ agar mendapat taufiq dari menuntut ilmu
3.    Bersemangat (antusias) dalam menuntut ilmu
4.    Berusaha semaksimal mungkin menghadiri kajian-kajian ilmu.
5.    Hendaknya tidak mengucapkan salam jika datang belakangan di tempat kajian karena 
       akan memotong pelajaran yang berjalan kecuali jika tidak mengganggu, maka 
       mengucapkan salam adalah sunnah (fatwa Syaikh Al-Utsaimin dalam fatwa Islamiyyah: 
       jilid 1, hal 170).
6.    Mengamalkan ilmu yang diperoleh, karena sebab hilangnya barokah ilmu aalah tidak 
       mengamalkan ilmu. ﷲ mencela orang-orang yang tidak mengamalkan ilmu.
       "Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak 
       kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa 
       yang tidak kamu kerjakan. (Ash-Shaf: 2-3)
7.    Tidak memotong perkataan guru yang sedang mengajar sampai beliau 
       menyelesaikannya.
8.    Bertanya pada orang yang tepat.
9.    Menjaga iffah (kehormatan) dengan menutup aurat.
10.   Menjaga pandangan apabila belajar dengan lawan jenis. Melihat hanya sebatas 
       kebutuhan yakni untuk mengetahui orang yang dituju adalah benar.
11.    Menjauhi ikhtilath (bercampur baur dengan lawan jenis dalam satu majelis).
12.    Tidak sombong dengan ilmunya.
       “Tidak akan masuk surga siapa yang terdapat sebesar dzarrah dari sikap sombong 
       dalam hatinya.” (HR. Muslim, Abu Daud, Al-Tirmidzy dan Ibnu Majah).

Wallahu’alam bish showab...

Intisari Kajian Rutin Pagi Hari Masjid Mardliyyah UGM
Oleh. Ustadz Talqis Nurdiyanto, Lc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar